Экстремальные виды отдыха
Недвижимость. Недвижимость в Одессе. Агентство недвижимости Ланжерон
User Rating:  / 18
PoorBest 
Created on 23 March 2013 Category: Kampusiana
Published Date Hits: 3151
Print

Potret perkaderan gerakan mahasiswa Islam kembali menunjukan situasi pergerakan yang dinamis. Tak terkecuali di kampus Hijau, Universitas Sebelas Maret. Dua gerakan mahasiswa Islam yang berpengaruh di kampus tersebut saling menguatkan cengkramannya. Terlebih perebutan kader makin mendinamisir kehidupan kampus.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) komisariyat Sholahuddin Al Ayyubi tentunya harus mengoreksi strategi perkaderan yang dijalankan. Pasalnya dalam 3 kali Dauroh Marhalah 1 (DM 1) selama kepengurusan Umam Al Fatih kuantitas kader KAMMI merosot tajam. Bahkan pada DM 1yang diselenggrakan di Tawangmangu 8-10 Maret 2013 yang merupakan DM terakhir di kepemimpinannya tersebut hanya mampu menjaring 38 peserta.

“Dibandingkan kepengurusan sebelumnya jumlah peserta DM 1 menurun, ujar Umam. menurutnya menurunnya jumlah kader KAMMI pada DM 1 di pengaruhi gaya hidup dan orientasi mahasiswa yang pragmatis dan hedonis” tambah Umam di sela aktivitasnya Kamis (14/3/2013). Terlebih selaku ketua komisariat yang juga pernah menjabat sebagai menteri luar negeri BEM UNS tahun 2012 itu memandang selain gaya hidup hedonis, saat ini mahasiswa cenderung study oriented. Di satu sisi pihaknya tidak menyangkal bahwa gerakan mahasiswa tidak menarik lagi bagi mahasiswa. “Hal ini mungkin juga berlaku bagi gerakan mahasiswa yang lain”. imbuhnya. Namun demikian setidaknya KAMMI berhasil menaklukan aktivis kampus yang frontal menolak keberadaan organisasi mahasiswa eksternal kampus. Diantaranya tercatat nama Prayogo, aktivis partai kampus Garuda yang juga menjabat sebagai pengurus BEM FH yang akhirnya mengikuti DM 1 KAMMI pekan lalu.

Diakui Umam, pendekatan personal dengan halaqoh-halaqoh kampus masih menjadi andalah seperti kepengurusan-kepengurusan sebelumnya. selain strategi tersebut, menampilkan profil kader yang menduduki jabatan struktural seperti Dewan Mahasiswa, Sentra Kegiatan Islam dan
Badan Eksekutif Mahasiswa juga menjadi strategi dalam menarik minat calon kader. Terkait pola perkaderan yang di jalankannya selaku orang nomer 1 di KAMMI komisariat Sholahuddin Al Ayyubi, Umam menyampaikan biasanya para pengurus menyampaikan daya tawar KAMMI sebagai gerakan yang membentuk kader berkemampuan politik praktis dan dibalut dengan polesan pembinaan ruhiyah.

Lain halnya dengan Tori Nuariza Sutanto, Kabis Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan (PTK) HMI Komisariat M. Iqbal FSSR UNS memandang mahasiswa yang hanya beroriantsi pada kuliah dan cenderung pragmatis tidak bisa dipersalahkan. “Kita tidak bisa menyalahkan mahasiswa, gerakan mahasiswa harus memahami student needs dan student interest hari ini”, ujarnya. Jumat (22/3/2013) kepada reporter fujamas.net.

Kabid PTK HMI Komisariat M. Iqbal FSSR UNS yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Mahasiswa UNS tersebut juga menyampaikan kondisi mahasiswa hari ini adalah tanggung jawab gerakan, sehingga gerakan mahasiswa menjadi gerakan yang melahirkan intelektual organic. “Jangan menyalahkan mahasiswa, justru itu tanggung jawab gerakan” imbuhnya memandang kondisi mahasiswa hari ini.

Semantara itu, kuantitas kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di lingkup Universitas Sebelas Maret makin menunjukan angka yang signifikan. “Mulai pertengahan 2012 hingga awal 2013 ini tercatat 11 kali LK 1 (red: Latihan Kader 1) yang di selenggrakan komisariat-komisariat yang di UNS saja, jadi totalnya ada sekitar 320 kader” ujar Aldian Andrew selaku Kabid Pembinaan Anggota (PA HMI cabang Surakarta (22/3/2013). Terkait penerimaan mahasiswa terhadap HMI, menurut hematnya HMI mengajak mahasiswa berpola pikir kritis dan memiliki sikap terhadap kondisi yang ada. Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Fajar Ari Musthofa, Kabid Pengembangan dan Pembinaan Anggota (PPA) HMI komisariat M. Iqbal, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Sekolah Budaya sastra dan Seni Rupa FSSR UNS. Menurtnya HMI tidak menawarkan hal yang lebih, HMI mengedepankan penanaman kesadaran ideologis seorang mahasiswa islam melalui tasfir Nilai-Nilai Dasar Perjuangan Islam, yang menjadi patform ideologis HMI. “Kader HMI harus mampu transformasikan nila-nilai keislaman dalam dirinya pada sendi sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa”. Pungkasnya (arseto)

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh