Экстремальные виды отдыха
Недвижимость. Недвижимость в Одессе. Агентство недвижимости Ланжерон
User Rating:  / 0
PoorBest 
Created on 13 July 2013 Category: Berita Islam Solo Raya
Published Date Hits: 1681
Print

Hari Jumat malam (12/7/2013) bertempat di Masjid Istiqlal, Sumber diadakan Kajian Islamiyah dengan judul “Keunggulan Suni Terhadap Syiah”. Diisi oleh Ustad Mudzakir, kajian tersebut dihadiri hampir seribu orang baik ikhwan maupun akhwat.

Dalam kajiannya, Ustad Mudzakir memberikan beberapa uraian perbedaan tentang pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Syiah. Diantara perbedaan tersebut antara lain, pemahaman permusuhan akan Khulafaurasydin dengan Ali bin Abi Thalib. Kaum Syiah menganggap bahwa Kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Ustman tertolak, bahkan mengatakan bahwa mereka bertiga dan Aisyah RA kafir, sedangkan sebaliknya Ahlu Sunnah menerimanya. Kedua, Syiah hanya menerima hadits yang bersanad dari golongan ahlul bait. Sedangkan Ahlu Sunnah menerima semua hadits dengan riwayat sahih termasuk dari golongan ahlul bait. Dan masih banyak yang lainnya, sehingga bisa disimpulkan bahwa pemahaman Suni lebih unggul dibandingkan Syiah.

Memasuki sesi tanya jawab, peserta diskusi mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang kebenaran pembicara sebagai penganut Syiah. “ Banyak tokoh menyebut diri anda adalah Imam Syiah, ada pula yang menyebut penghianat Syiah, sedang murid anda menyebut anda bukan Syiah. Mana yang benar? Bisakah panjenengan dengan lantang mengakui di depan jamaah bahwa anda Suni dan Syiah itu sesat”, kata salah seorang peserta. Pertanyaan tersebut tidak ditanggapi secara memuaskan oleh Ustad Mudzakir. “Tidak masalah jika saya dibicarakan seperti demikian, kebenaran kita tunggu saja di padang mahsyar kelak”, jawabnya.

Tidak puas dengan klarifikasi yang diberikan, Ustadzah Dewi Purnamawati (mantan biarawati) secara keras kembali meminta jawaban yang tegas dari pembicara.”Tolong Ustad, berikan jawaban kepada kita dengan tegas, agar umat tidak saling berselisih. Jika begini, orang kafir yang akan bertepuk tangan” ujar perempuan yang sebelumnya beragama nasrani. Namun kembali peserta tidak mendapat jawaban yang diinginkan. Ustadz Mudzakir hanya menjawab “Saya muslim”. Suasanapun sempat memanas, hingga keadaan mereda setelah Ustad Mu’inudinullah memberi kesimpulan bahwa semua yang memusuhi shohabat dan menolak kebenaran Al Quran mereka semua termasuk orang-orang kafir.

Ditempat berbeda, Syahid salah satu peserta kajian juga mengungkapakan kekecwaannya atas jawaban yang disampaikan pemateri. “Seharusnya bisa lebih tegas, untuk Ahmadiyah saja bisa tegas. Mengapa kalau Syiah masih ditahan-tahan”.

Namun disisi lain acara tersebut merupakan gebrakan luar biasa yang diagendakan oleh ta’mir masjid Istiqlal. Sebab jika menilik sejarah di Solo kasus “fitnah” yang dialamatkan terhadap pimpinan Ponpes Al Islam Gumuk tersebut telah berlangsung puluhan tahun. Bahkan semenjak jaman Ust Abdullah Sunkar, Ust Abu Bakar Ba’asyir. Tetapi belum bisa diadakan klarifikasi seperti Jumat malam tersebut.

Meski ketegasan Ust Mudzakir belum disampaikan setidaknya ikhtiar untuk mengklarifikasi sudah coba diagendakan. Kedepan pengurus Dewan Syariah berencana untuk mengagendakan tahap selanjutnya yaitu mempertemukan ulama dan tokoh Islam Solo dan Ust Mudzakir. Semoga agenda tersebut bisa terlaksana dengan lancar sehingga prasangka umat bisa tertanggulangi.

Add comment


Security code
Refresh

Comments   

 
0 #2 ﺍﺑﻮ ﻋﺰﺍﻡ 2013-12-09 22:58
saya salah satu orang yang bangga dengan ust. mudzakir, dg pembelaan beliau trhdp seluruh kalangan muslimin yg bahkan diantaranya menfitnah bahkan memusuhinya.
Quote
 
 
0 #1 abuhanif 2013-10-25 15:20
Bismillah...
Ustadz Mudzakir hanya menjawab “Saya muslim”.
Saya menghadiri kajian tersebut, beliau tidak hanya menjawab, "Saya muslim." Tapi beliau juga menceritakan ketika ditanya asykar saudi, "Saya muslim. Bukan syiah."
Harap adil menyampaikan berita.
Quote